DI JALAN HOMANN

DSCF2059

di jalan ini

tak ada lagi yang kita cari

selain pengganjal perut lapar

di seperempat malam

di antara dingin yang menusuki

jaket tebal

 

aku masih mengikuti dirimu

membawaku ke tempat-tempat

yang jarang kulihat di sepinya

kota. di detak yang tak biasanya

 

Homann, dan nasi goreng

berada di antara sejarah dan

pedagang kakilima

pun di sini, orang-orang menghilang

selain dua orang lelaki yang khusyu

bersiasat di atas papan catur, dan juga

seorang penjaga kios yang tertidur

 

berpasang-pasang tikus got jadi pemandangan di seberang meja kita

yang membuat langkah seekor kucing jadi taruhan. beranikah ia? melangkah.

 

aku lupa apa yang kita bicarakan di tempat ini

selain pertanyaanmu,

“setelah ini kita mau ke mana lagi?”

gigil jadi sepi

jadi kenangan yang tak mampu

kubawa pergi sendirian

 

nasi goreng tandas dilahap ingatan

tiap butirannya jadi sajak yang kutuliskan

di antara suara adzan awal dari menara masjid kota

 

pada perjalanan ini,

adalah dirimu yang menuntunku.

01.12.15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s