Poris dan Pesan-Pesan Tak Bertuan

1

Poris, di antara orang-orang yang lalu lalang bergegas dengan barang bawaan di dalam tas-tas punggung, dus-dus bekas minuman dan koper-koper kecil berisi ingatan yang mereka bawa dari kota asal. Poris menerimaku dengan keheningan. Begitu kuturuni anak tangga Arimbi, kuinjakkan kaki di tanah yang menghadirkanmu. Udara panas menyerbuku. Entah peluh, entah air mataku yang jatuh menetesi.

2

Aku menjauh dari tubuh bis yang mengantarku berjalan menuju deretan kursi tunggu. Ratusan pasang mata menyorotiku, tak kupedulikan. Aku memilih kursi jajaran depan, duduk di antara dua ibu yang sedang berbincang, entah datang darimana dan entah hendak kemana. Tapi hati memercayakan tubuhku duduk dekat mereka.

3

Kota itu, terik itu, degup itu, tatapan orang-orang itu, tubuh bis itu, barangkali cuma mimpi yang kubawa pada janji yang akhirnya kutepati. Kutunaikan sendiri. Kulewati dengan air mata yang kusembunyikan di lembaran-lembaran tisu.

4

Tiga pesan kulayangkan tentang doa dan perpisahan yang tak bertuan. Di antara getar jantung dan tanganku, satu pesan kusimpan. Satu pesan bahwa aku tengah berada di kotamu tersimpan rapi menjadi sajak-sajak yang berusaha kulupa tiap fragmennya.

5

Dua putaran jam aku duduk setia di antara orang-orang yang tak lagi menyorotiku. Diam-diam kota itu menerimaku, seperti halnya dulu ketika burung-burung bes membawaku jelajahi negeri. Kotamu jadi saksi, kini kubawa segenap perasaan pulang. Kuganti air mata jadi senyum lega. Jadi sajak yang kini tengah kau baca, barangkali. Aku pulang menggenapi janji. Memberanikan mimpi, menunaikan kata-kata jadi langkah ratusan kilometer menujumu.

17.08.2015

[Epiestgee]

Memerdekakan sebuah janji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s