#3 : Tulisan yang Terlambat

Aku menyukai sore. Tanpa hujan tentunya. Biar kulihat senja, sejingga-jingganya senja membakar mata. Kunikmati udara yang berwarna oranye laiknya jus jeruk dari kemasan botol kaca. Dengan musik yang terpasang di telepon genggam dan kudengarkan lewat sepasang “earphone” mengaliri gendang telinga.

Tulisan ini adalah tulisan yang terlambat datang. Tak kutungu dengan pasti, kubiarkan ia datang dengan sendirinya. Aku tak suka menunggu, aku hanya suka menjalani dan menikmatinya. Dan ia datang sendiri, se-sore ini.
Padahal semestinya ia dicari, diburu, dan diterkam agar terus berdatangan.

Meski kata-kata masih terbata kuungkapkan. Tapi aku sedang berusaha menaklukkan. Aku harus menulis setiap hari tentang apa saja di Bulan Juni. Menaklukkan waktu, dan kemalasanku. Maka ini yang kutulis di sebuah sore yang sepi.

Senja masih malu-malu.

Ini saja dulu ya. Semoga besok aku bisa menulis lebih banyak dari kata-kata yang mengalir sore ini. Tanpa harus kutunggu.

Epiest Gee

#NulisRandom2015

1a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s