Perjalanan Paling Riuh

21

Aku menemukan puisi di atas permukaan air yg tenang, setenang rinduku.

 

Sudah pukul 3.40 WIB. Jam di komputer berpindah lebih cepat ketimbang jam di tanganku. Hari ini adalah Rabu terakhir di tahun 2014. Perjalanan panjang, sangat panjang untuk sampai ke titik ini. Mandiri membesarkan Gadiza telah sampai pada perjalanan tahun ke-tiga. Jatuh bangun telah kulalui dengan segenap hati, dengan segala air mata dan tawa paling bahagia. Detaknya adalah detakku.

 

Perjalanan ke Selatan, melihat laut dan kota dengan sengatan matahari. Menyaksikan anakku tumbuh hingga tahun ke tujuh dan tahun-tahun berikutnya nanti. Karya-karya yang sudah luar biasa menemaniku dalam banyak perjalanan. Mata lensa yang masih setia meski tak sempurna. Pertemanan yang semakin luas dan memperkaya ilmu.

 

Tuhan, aku ingin terus menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s