Sajak-Sajakku di Sinar Harapan 24 Mei 2014

Sajak-Sajakku di Sinar Harapan 24 Mei 2014

Harian Umum Sinar Harapan
24 Mei 2014
Sajak-sajak Epiest Gee

Tak Ada Senja

Di Plengkung Nirbaya,
ujung selatan alun-alun Keraton Yogyakarta.

Tak ada senja yang tenggelam di mata kita.

Mungkin matahari,
angin,
awan,
serta hujan
sedang ditumbuhi sepi,
yang gaduh hanya di dalam dada ini.

Rindu yang beterbangan menciumi udara.

2014

Menuju Sepi

Senja itu
Usai melepas magrib
Aku beranjak meninggalkan surau
Kembali meniti jalanan licin
Sisa diguyur hujan tadi siang
Musim sedang basah
Lumut-lumut karib di atasnya
Sekarib renik-renik ingatan tentangmu di ujung keningku

Di tengah perjalanan satu kunang-kunang terbang setinggi lutut
Hendak mencumbui udara selepas hujan
Sebagian bersembunyi di balik bunga-bunga kecil menyimpan kenangan
Hanya satu yang berani terbang melintasiku saat berjalan menuju pulang
Memberi cahaya di saat langit mulai gelap

Ah, sore
Adakah yang lebih senyap dari senja dan kunang-kunang,
yang kelak akan mengantarku pulang menuju sepi paling abadi,
barangkali.

2014

Menjadi Sepi

Sepanjang perjalanan,
jalanan terlihat sepi dari orang-orang dan kendaraan,
aspal menarik napasnya,
trotoar rehat,
pohon-pohon berbincang tenang tanpa kebisingan,
sementara aku
di dalam dadaku ramai sekali
oleh namamu
entah apa yang harus kucari dan apa yang nanti kudapatkan.

Di sudut magrib,
kulepaskan satu per satu huruf yang membentuk namamu,
ke langit, ke bintang, ke awan, ke bulan,
ke mana saja kutebarkan hingga dada ini kembali sepi.

2014

Kawan Seperjalanan
*kameraku

*Fujio, kita sudah lama
tak membekukan peristiwa ke dalam bentuk cerita.
Terakhir kita berjalan ke selatan,
mencari yang tak terduga.

Untuk kita jaga di ingatan

Dan aku menemukannya.
Satu, dua, tiga, terekam olehmu dalam cahaya,
dalam kenangan juga pada beberapa puisi
yang menemukan rumahnya di dalam perjalanan.

2014

Topi Perahu

Tumpukan kertas di tanganku tiba-tiba hilang,
kucari ke bawah meja,
kolong kursi,
di atas printer,
di dalam tas,
map, tak ada.
Tapi kurasakan sesuatu di kepalaku. Topi perahu.
Kertas itu menjelma koran yang bertuliskan puisimu.

2014

Yang Terbaca

Di dalam angkutan kota,
aku duduk di bangku paling ujung,
menatap rintik hujan di balik kaca belakang,
mengingat seseorang yang sedang menulis,
berpuluh-puluh halaman di sebuah kota.

Lambungku menjadi danau,
jatungku menjadi lembah
bagi rindu yang belum juga usai,
tanganku bergetar tiap kali namamu terbaca.

2014

Yang Gelisah

Sejak subuh, bantal-bantal di atas kasurku terus mengeluarkan suara,
isinya cerita tentang doa dan keinginan,
yang kuselipkan di bawah bantal setiap menjelang tidur sejak seribu hari yang lalu,
tepat di saat aku menutup jantung hatiku rapat.

Cerita beterbangan di kamar,
menggantung di langit-langit,
ada yang hendak menyusup keluar jendela,
ada yang berdiam di atas lemari,
ada yang bersembunyi di antara lipatan baju,
tumpukan buku.

Di antara mainan anakku,
di rak sepatu,
duduk manis di atas meja kerja.
Seolah ingin bebas menemukan takdirnya.

Mungkin bantal sudah mulai bosan dengan kebiasaanku itu,
lalu dengan lantang satu bantal tiba-tiba berteriak,

“Hey mulai sekarang carilah seseorang yang akan dengan setia mendengarkanmu setiap malam!”

Aku terdiam, lalu kuteriak juga padanya,

“Kamu keterlaluan! Membiarkan semua cerita yang kuselipkan dengan rapi berhamburan di dalam kamar.”

Aku mengambil jeda dan,

kupunguti satu per satu cerita dan doa yang berhamburan di dalam kamar
kutulis ulang dalam buku berwarna biru
mungkin di sana akan lebih aman tersimpan
belum satu halaman, kertas-kertas malah terlihat lebih gelisah.

Aduh!

2014

Ruang Lupa

Di lorong ini
air mata begitu khusyu mengabadikan
kesedihan, kehilangan, kebahagiaan, dan kekosongan orang-orang.

Di lorong ini pula
kisah-kisah manusia tercipta dari segala jenis rasa sakit.

Di lorong rumah sakit ini ingatanku masih tajam tentang seseorang,
dan aku tersesat mencari ruang bernama “lupa”.

2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s