Menuju Sepi

Menuju Sepi

Kembali meniti jalanan licin
Sisa diguyur hujan tadi siang
Musim sedang basah
Lumut-lumut karib di atasnya
Sekarib renik-renik ingatan tentangmu di ujung keningku

Di tengah perjalanan satu kunang-kunang terbang setinggi lutut
Hendak mencumbui udara selepas hujan
Sebagian bersembunyi di balik bunga-bunga kecil menyimpan kenangan
Hanya satu yang berani terbang melintasiku saat berjalan menuju pulang
Memberi cahaya di saat langit mulai gelap

Ah, sore
Adakah yang lebih senyap dari senja dan kunang-kunang,
yang kelak akan mengantarku pulang menuju sepi paling abadi,
barangkali.

2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s