Di Basuh Cahaya Matahari

Di Basuh Cahaya Matahari

Ia berlalu. Mataku menatap panjang pada dirinya yang berlalu, aku memandangi punggungnya yang dibasuh matahari siang ini. Terik. Daun-daun dijatuhkan angin, menari-nari, dan terdampar di atas tanah menemui takdirnya mengurai di sana. Ia, semakin lama punggungnya semakin menghilang berbaur cahaya. Lalu tak ada.

Di musim semi, Ia datang. Tak pernah hilang, bersama bunga-bunga yang tumbuh, bersama kepak lembut kupu-kupu, bersama angin dingin yang menyapu wajahku. Ia ada, menitip matahari dan selembar puisi. Kembali.

Mei 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s