Di Sebuah Musim Tanpa Nama

Sedih

Pada musim tanpa nama,
kisah-kisah kita belum tertulis utuh,
kata-kata berjatuhan seperti hujan,
juga terik bagai matahari
yang keduanya berlomba menjelma detak di keheningan.

Kulesakkan benih kenangan pada tanah-tanah kering,
lalu air mata dan doa yang menumbuhkannya..

April 2014

[Ess]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s