Singgah

Apa kabar komputerku? Lama tak pernah kutengok dirimu sejak aku banyak mengerjakan pekerjaan di rumah seorang dosen membantunya menyusun sebuah buku. Aku hampir tak pernah menyentuhmu lagi. Aku rindu tapi aku tenang. Entahlah aku merasa tenang. Malam ini, untuk pertama kalinya aku menyentuhmu.

Malam semakin tinggi, isi kamarku tak banyak bicara, tembok-tembok usang ini hampir tak pernah lagi berkisah tentang udara lembab yang kerap begitu karib menempel menyetubuhi setiap lapisan cat yang mengelupas. Tempat tidurku hanya mengenal musim yang paling dingin dan sunyi. Entah dengan apa aku mampu menghangatkannya selain rindu yang kian bertumpuk di atas selimut.

Aku memang tak kehilangan cerita yang ingin kususun pada lembaran yang menantiku dengan setia. Cerita yang kutaruh di dalam pikiran-pikiran, sebagian kuingat dan sebagian kubuang.

Rindu? Sudah beberapa hari ini kulupakan rindu, mencoba menyimpannya di tempat paling tersembunyi. Meski sesekali menatapku dalam keheningan. Rindu. Ingin kulangitkan entah dengan cara apa. Tangan tak lagi mampu menahan bebannya. Aku ingin rindu sampai. Padanya yang semakin diam. Entah dengan suara seperti apa ia akan berbicara dan terdengar olehku. Rindu, rehatlah.

Malam ini. Cerita ini. Tulisan ini dan hidup yang membuatku semakin gaduh dalam keheninganku yang tak mengenal musim.

 

 

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s