Jarak dan KataKata

Jarak dan KataKata

Sudah tahun 2014, masih di bulan pertama, pertengahan tanggal di Januari. Hujan masih setia hadir meramaikan sunyi. Aku masih kehilangan kata-kata. Lupa pada hangatnya sapa. Tapi aku tak kebas, aku hanya merasa “bebas” seperti udara.
Januari, belum sempat kusematkan kata-kata yang puitis untuk kusimpan sebagai buah tangan. Aku hanya menikmati kesendirian, perjalanan sederhana, adakalanya hanya retina mataku yang menyimpan segala apa yang bisa kupandang serta ingatan dalam benakku yang mampu merekam apa yang bisa tersimpan. Aku, merasa menjadi aku. Tanpa apa-apa. Bukan siapa-siapa. Tapi aku tak kosong.
Sore, kita sempat kehilangan percakapan. Percakapan yang kau mulai dari sebuah kotak surat. Kesunyian sempat pecah dan kembali begitu hangat, meski musim matahari menjadi kian langka. Tapi sudut hatiku nyaris bersinar karena kata-kata yang pernah kita lemparkan pada ruang yang kita namai “asing”.
Mungkin tak seharusnya kita menamai ruang itu asing, tapi tak ada yang mampu mewakilinya selain satu kata itu. Tahun ini kesunyian menjadi benar-benar asing. Menjadi benar-benar hening. Mungkin karena aku, atau mungkin juga karenamu. Aku takkan menyalahkan jarak. Jarak hanya pemisah untuk menebalkan rindu, menguatkan rasa, menguji hati serta mengerti bahwa adakalanya kesendirian bukan berarti tanpa siapa-siapa. Di kesendirian ada dirimu. Di sana. Di sebuah jarak.
Mungkin…

16.01.14

-ess-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s