Tukang

bilangan yang tak ada namun nyata…

Ketukangan: Kesadaran Material/ Craftsmanship: Material Consciousness

oleh Avianti Armand

 

‘Siapa yang membangun tujuh gerbang Thebes?’

Bertholt Brecht bertanya, bersedih atas hilangnya

kuli-kuli dan tukang batu

dari lembar buku-buku sejarah.[1]

 

Tukang adalah unsur yang “hilang”.  Tak seorang pun bertanya, seperti Brecht, kemana mereka semua pergi setelah dinding-dinding itu berdiri, setelah arsitektur itu ada.

Mungkin karena mereka datang dalam gelombang himpunan. Himpunan tukang batu, himpunan tukang kayu, himpunan tukang listrik, tukang cat, tukang plafond, tukang AC, dan lain-lain. Dalam himpunan itu, individu “hilang” nama. Tiap anggota bisa digantikan oleh anggota lain, dengan kriteria yang sama. Tukang-tukang itu lalu menjadi sekedar angka. Grup tukang batu 10 orang. Grup tukang kayu 7 orang. Grup tukang listrik 4 orang. Dan seterusnya, dan seterusnya. Kita, para arsitek, hanya kenal mandor atau kepala tukang yang bertanggung jawab atas himpunan tersebut.

Mungkin juga karena kita hanya melihat hasil, bukan tangan-tangan yang bekerja menghasilkannya. Para arsitek akan dengan cermat memeriksa apakah pondasi…

View original post 741 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s