Perjalanan Senja

Perjalanan Senja

Hening sepanjang perjalanan sore menuju senja. Pohonpohon yang berjajar menemaniku sejak awal di pintu gerbang, mereka tak bersuara. Langit masih biru, matahari belum turun. Awanawan gemulai menghiasi cakrawala.

Pemandangan ini bukan mimpi. Kusentuh sesekali daundaun yang berjatuhan untuk kuterbangan bersama angin, bersama langkahku yang semakin menuju ketinggian. Langit terasa dekat seolah mampu kugapai. Cahaya saling menusuk ke celah batangbatang pohon mengukir lukisan ditempatku berpijak.

Di ketinggian hening memudar, rumput liar saling berbicara, karena lama tak ada yang mengunjunginya. Duduk bersamanya. Atau sekedar menemani untuk menikmati apa yang ada di depan mata. Aku tersenyum melihat rumputrumput yang berbicara lebih riang dari rumput yang pernah kulihat sebelumnya.

Disini, kuhiraukan luka lebam di jantungku usai mendengar suaramu semalam,setelah sekian kesunyian. Kujatuhkan air mata pada tanah untuk kemudian kuhidupkan harapan meski hanya tumbuh sehelai, ya sehelai, ia tumbuh dan ada.

Perlahan senja menghampiri mataku melalui musim yang tak kukenal, lalu tiba-tiba ada yang jatuh saat senja lekat kutatap.

Dirimu-kah?

Senja menghitam menuju malam dan terdiam…

-ess-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s