Sebuah Mimpi di Sore Hari

: kepada “sorepledge” yang berjarak ratusan kilometer

Di atas ketinggian ini, aku mencoba berlari dari bayanganmu. Namun rindu mengusik ujung-ujung hening yang asing, entah dengan cara apa aku menyampaikannya melalui rangkaian kata. Mungkin letakku sudah berbeda. Di sini, di tempat ini senja perlahan berlalu, titik-titik cahaya bermunculan di bawah sana di atas sebuah kota. Pohon tempatku bersandar membiarkan daun-daun keringnya berguguran, bersenandung kisah tentang berbagai rasa. Rasa yang pernah kuhindari sejak merasa kehilangan.

Di atas ketinggian ini, ujung lampin penutup kepalaku berkibar-kibar dimainkan anak-anak angin, saat itu aku berharap kau di sini, duduk berdampingan meski tanpa kata-kata. Melihat lampu-lampu kota yang berlomba menyala. Sesekali mata kita beradu tatap, betapa pantulannya adalah aku dan kamu yang lekat, yang diam-diam jatuh hati karena semesta. Kurasakan degup jantung kita nyaris seirama, nyaris.

Lantas suara merdu gadis kecil membangunkan tidurku, ah, rupanya mimpi yang terlalu tinggi sore ini…

-ess-

One thought on “Sebuah Mimpi di Sore Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s