Tempias Hati

Tempias Hati

Sepanjang perjalanan tempias hujan mengajakku berbincang
tentang rindu yang meresap ke dalam hatiku
tentang kehilangan

Matahari sengaja bersembunyi
awanawan bersorak memecahkan beban yang tertahan
mataku masih setia menghitung butiran tempias yang jatuh di atas kaca kendaraan, yang awalnya menujumu.

Ji, pergilah
dan setiap musim yang akan aku lewati tanpamu menjadi kekuatan,
menjadi doa, menjadi kenangan, menjadi cerita, menjadi luka, menjadi air mata, menjadi bahagia dan menjadi masa lalu, menjadi kita sebenarnya.

Sepanjang perjalanan aku hitung tempiasnya
jumlahnya tak pernah mampu melebihi rindu yang jatuh ke hatiku,
bahkan lampu kota tak lebih terang dari cinta kita yang pernah menyala,

yang pernah menyala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s