C’est La Vie

C’est la vie, is another words for that’s life!

Sore ini, kejutan berdatangan. Mulai dari tawaran sebagai seorang koordinator, lalu berita darimu. Berita yang membuatku entah harus berperasaan seperti apa. Di antara bahagia dan sedih. Sebuah kelahiran–semestinya membuat orang-orang dewasa bahagia. Maaf, mengapa lantas aku bersedih. Karena aku tak tahu harus berdiri di mana saat ini.

Musik Amelia dari Jubing Kristianto, menemaniku dalam pencarian. Mendung menjadi setia berdiam di langit kota Bandung. Laiknya kota kelahiran si vampir cantik Bella Swan, Forks.

Entah aku menulis apa. Seperti halnya hidup–dapat berupa apa saja. Manis, pahit, asam, bahkan tawar. Di sini, di catatanku kali ini aku tak mencoba begitu puitis. Aku hanya ingin begitu sederhana. Menyederhanakan kalimat-kalimat sulit yang terkadang membuatku mengernyitkan kening.

Tahun duaribuduabelas, beberapa hari lagi berakhir. Tahun terbaik dan tahun terkuat bagiku menghadapi segalanya. Segalanya!.

Kehilanganmu /ts.

Tahun duaributigabelas–aku hanya ingin bahagia. Bersama siapapun aku kelak. Aku hanya butuh satu kata. Bahagia!.

C’est la vie…Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s