Hari Ibu dari Anakku

Image

Tahun duaributujuh, tanggal duapuluhsembilan, pukul sembilan malam. Anakku yang berjenis kelamin perempuan terlahir ke dunia ini. Ia mungil sekali, tangisannya terdengar ketika sang suster menepuk punggung mungil beberapa saat setelah keluar dari rahimku.

Kunamai dirinya Riffagadiza Al-Kautsar, Ia merupakan ketenangan dan nikmat yang banyak bagiku. Ibunya. Segala kesederhanaanya adalah kemewahan bagiku. Allahku yang Maha Baik, aku adalah salah seorang manusia yang paling beruntung dititipi seorang putri sepertinya.

Kini, duaribuduabelas, tanggal duapuluhsatu Desember, pukul sepuluh malam. Beberapa jam yang lalu–lahir sebuah surat kecil dari tangan putriku. Berisi kalimat-kalimat sederhana,

“Selamat hari ibu, mama. Aku sayang mama”.

Usai membaca dan menerima kejutan kecil, mataku menghangat, bulir kecil berjatuhan. Ia anakku yang kulahirkan lima tahun setengah yang lalu, sudah mampu menulisi aku sebuah surat cinta. Allahku yang Maha–maka nikmat apalagi yang harus aku dustakan?

-ess-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s